Jumat, 04 Mei 2012

MENGENAL SEDIKIT TENTANG DERBY DELLA MADONNINA ..!!



SEJARAH AWAL
Cerita tentang lahirnya persaingan antara kedua klub bermula tanggal 16 Desember 1899 dimana waktu itu hanya ada Klub Kriket dan Sepakbola Milan yang didirikan oleh Alfred Edwards. Saat itu ia menjadi presiden dari Klub Kriket dan Sepakbola Milan. Dibantu oleh Herbert Kilpin yang menjadi kapten klub sepakbola. Pada 9 Maret 1908, perselisihan mengenai dominasi pemain Italia dan Inggris di klub Ac Milan menyebabkan sekumpulan orang Italia dan Swiss memecahkan diri dari Ac Milan untuk membentuk klubnya sendiri. Nama Internazionale diambil karena pendirinya ingin membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain dari negara luar. Pada era itu, Inter identik dengan kaum borjuis sedangkan Milan dengan kelas pekerjanya. Ternyata selain berbeda visi, suporter kedua tim juga memiliki perbedaan stratifikasi sosial yang menjadi alasan mengapa persaingan kedua klub kota Milan ini begitu panas.

Derby Della Madonnina
Laga derby merupakan pertandingan antar tim yang berasal dari kota yang sama. Pertandingan ini biasanya memiliki aura pertandingan yang berbeda dengan aura pertandingan antar klub besar untuk memenangi trofi juara. Pertandingan ini sarat emosi bukan karena prestasi yang diperebutkan tetapi lebih karena gengsi.
Pembuktian kepada bagian lain dari kota tersebut bahwa merekalah yang lebih baik. Dalam Liga Italia Serie-A sendiri ada beberapa laga derby yang juga terbilang seru, ada Derby della Mole (juventus vs Torino), Derby della Capitale (As.Roma vs Lazio), Derby D’Italia antara Inter & Juventus, padahal bukan dari satu kota, tapi sejarahnya karena 2 klub ini belum pernah turun ke Serie B, sehingga jadi derby penguasa Serie A (Tapi akibat kasus Calciopoli tahun 2006, Juventus terpaksa turun ke Serie B karena dipastikan bersalah melakukan pengaturan skor) Dan “Ibu dari segala Derby” yaitu Derby Della Madonnina, yang pastinya sarat gengsi dan emosi antara 2 klub kota Milan, yaitu Internazionale dan AC Milan.
Asal kata Madonnina merupakan panggilan masyarakat setempat untuk patung Virgin Mary yang berada di puncak Katedral Milan, salah satu trademark kota Milan. Bagi warga Milan tempat tersebut merupakan tempat yang sakral dari segi rohani dan seperti yang kita ketahui dimana sepakbola menjadi sebuah “kepercayaan” di negeri Italia maka tidak berlebihan jika memberi nama derby ini della Madonnina, derby yang secara etimologis menganalogikan bahwa siapapun yang memenangkan derby tersebut, merekalah yang berada di puncak kota Milan.
Tempat dilangsungkannya derby della Madonnina antara Milan & Inter menggunakan stadion yang sama namun dgn nama yang berbeda. Oleh kubu Inter, diberi nama Guiseppe Meazza untuk menghormati jasa mantan pemainnya yang juga merupakan nama resmi stadion ini, hal ini juga yang membuat Milanisti enggan menyebut stadion tersebut dengan nama yang sama mengingat nama itu adalah mantan pemain Inter sehingga kemudian diberi nama San Siro. Saat dilangsungkan derby para suporter membagi diri mereka menjadi dua bagian, yaitu curva nord, di bagian utara stadion yang menjadi tempat para Interisti dan curva sud, bagian selatan stadion yang menjadi tempat para Milanisti.




Sabtu, 28 April 2012

Kenapa Harus ada SkripShit sih.!!!



Oke di blog ini gua ingin mengeluarkan sedikit unek-unek gua sebagai mahasiswa tingkat akhir. gua jujur sangat bingung kenapa ya harus ada skripsi untuk mencapai wisuda aja lah. baiklah skripsi untuk meningkat karya ilmiah or apalah alesan nya, tp menurut gua ketika kuliah pun sering tuh di suruh buat makalah dan studi kasus begituan kok. menurut gua skripsi ada juga belum tentu bisa meningkatkan seorang mahasiswa menjadi baik , cerdas, pintar, dan apapun nama nya lah , ada geh bisa sebalik nya bisa membuat mahasiswa stress dan patah semangat. Secara buat skripsi banyak sekali rintangan dan tantangan nya bro. Nih yang gua rasakan saat ini, gua harus buat proposal judul cuma buat mengajukan judul skripsi. itu pun belum tentu di terima , gua harus ketemu dulu para dosen untuk meminta mereka menyetujui proposal judul itu. tp inget proposal judul itu gak semua nya disetujui . banyak yang disuruh mengganti judul di karenakan tidak suka dengan judul nya dan ada juga yang tidak demen sama tempat objek penelitian nya. Hhhmmmm, para dosen tidak tau tah itu judul udh gua pikirin selama seminggu dan apa lagi klo objek nya di tolak , Bu/Pak dosen kami mahasiswa itu mikirin objek setengah mati mencari perusahaan sebagai objek dengan mencari kawan, saudara, tetangga, dll, untuk mencari orang dalem di perusahaan itu. Lo pikirin aja mana ada perusahaan mau seenak jidat mau ngasih gitu aja data-data yang kita cari buat skripisi, klo gak ada  orang dalem mah susah cuy. Nah itu baru mau proses buat judul aja udh sebegitu rumit nya kan, pas sudah jadi pun masih ada rintangan nya loh. yang udh gua ceritain tadi ketika jadi proposal judul kita harus minta persetujuan para dosen untuk menyetujui proposal itu, Beeuuhh brader asal lo tau aja mau ketemu tuh dosen ternyata enggak segampang membalikan telapak tangan. susah juga ternyata mau ketemu tuh dosen terkadang gak ada di ruangan nya , terus lagi ada acara lah, lagi ada ngajar kuliah lah, atau lagi ngisi seminar. oke lah lo mau ada acara , itu bisa gua tunggu. Eh ketika gua udh tunggu sampai ngebangke tenyata dateng lah si dosen yang pengen gua ketemuin itu, dengan sedikit sabar gua tunggu dulu tuh dosen masuk dan duduk di ruangan nya berharap si dosen bisa tenangin dan sedikit menghilangkan rasa capek nya. Sekitar 5 menit gua kasih tenggang waktu maka tiba saat nya gua hadapin tuh dosen itu untuk mengajukan proposal gua , dengan rasa deg-degan gua masuk ruangan nya dan gua nyatakan lah maksud kedatangan gua.... eeehhhhh jeng-jeng-jeng ternyata dia mengusir gua dengan alesan capek dan akhir nya proposal gua pun tak tersentuh  sama tuh dosen yang selama sekitar 4 jam gua tunggu, ternyata tak setimpal dengan hasil nya dan gua cuma membawa rasa capek, jengkel, malu pokok nya campur aduk lah. Ya klo dipikirin apa sih susah nya cuma kasih tau suka or gak suka tuh judul dan sedikir coret-coret tuh proposal paling 2 menit pun sangat cukup untuk gituin tuh proposal. Nah gan/sista banyak kan rintangan nya , padahal gua dari awal berpikir bahwa skripsi itu cuma formalitas aja , dan gua yakin para dosen ngerti bahwa para mahasiswa/mahasiswi nya jangan sampe terhambat dengan ada nya skripsi di karenakan sangat krusial sekali ketika mahasiswa cuma berhenti kuliah cuma gara-gara susah nya buat skripisi. padahal dimata kuliah pun enggak goblok-goblok amat lah. Ternyata dosen enggak semua nya ngerti. Gua sih cuma pesen aja buat para dosen tolong jangan renggut masa depan kami dikarenakan egoisme anda sebagai dosen kami, kami tidak mau umur kami habis gara-gara cuma ngurusin skripsi dan jangan hambat kami dengan keinginan yang berlebihan. Toh kami sudah menyelesaikan mata kuliah dengan baik. Sekali lagi skripsi pun gak terlalu ngaruh ke depan nya ketika kami mencari pekerjaan. Catraaaaaattt!!!